miércoles, 17 de septiembre de 2014

Kenali Penyakit Golongan Darah B



Secara umum menurut D'Adamo,kelemahan golongan darah B tidaklah banyak, tetapi hal
ketidakseimbangan metabolisma tubuh dan makanan yang dikonsumsi ,akan cenderung bisa menyebabkan penyakit autoimun dan bisa memunculkan jenis virus langka yang berkembang lambat , seperti HIV dan Virus Flu Burung.

Berikut gangguan kesehatan yang beresiko tinggi bagi orang bergolongan darah B :

1. Sindrom letih lesu
Stamina dikaitkan dengan dengan kemampuan tubuh memasok energi yang cukup untuk melakukan kerja sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan.Dengan demikian untuk mendapatkan stamina yang cukup tergantung pada metabolisma yang efektif dalam tubuh untuk menghasilkan energi yang berasal dari sumber makanan yang dikonsumsi atau dari cadangan energi yang disimpan. Mengingat faktor kerentanan sistim metabolisma tubuh bagi orang bergolongan darah B ,maka bisa mengakibatkan banyak energi harus dikeluarkan hanya untuk mengatasi kelemahan dalam tubuhnya sendiri.Sebagai contoh ,gaya hidup orang perkotaan yang supersibuk ,bisa membuat kendala serius bagi penerapan pola hidup sehat.
Sebagai akibatnya stamina akan menurun dan berujung pada stres.Gangguan secara fisik
memang tidak ada,karena memang tidak sakit.Namun harus diwaspadai gangguan kelelahan serius,yang akan berujung kekacauan pekerjaan penting kita.

2. Penyakit Autoimun
Saking kuat pertahanan tubuh golongan darah B , justru akan memunculkan bahaya baru. Seperti penyakit Lupus (Systemic Lupus Erythematosus),adalah penyakit kronis autoimun yang terjadi karena produksi antibodi (kekebalan tubuh) berlebihan . Gangguan Lupus dapat berakibat vatal jika tidak terdiagnosa dan ditangani sejak dini.Banyak gejala yang ditimbulkan
penyakit Lupus ini yang menyerupai penyakit lain.Karenanya Lupus sering disebut penyakit
"Peniru Ulung"

3.Diabetes Mellitus (Gula Darah)
Sebagai resiko dari adanya ketidak seimbangan  metabolisma tubuh dan makanan (terutama kesulitan metabolisma protein dan lemak hewan) , maka bisa jadi akan membawa pada kesehatan pankreassemakin menurun karena harus bekerja terlalu berat .
Akibatnya dapat ditebak , mereka yang bergolongan darah B juga rentan terhadap serangan gangguan Diabetes Mellitus atau Penyakit Gula Darah .

Maka ,kelolalah hidup dengan bijak , maka akan menuai kesehatan yang baik.

Seputar Gangguan Amandel Pada Anak Kita.




Gangguan penyakit yang cukup populer menyerang kerongkongan anak-anak kita adalah Amandel.Amandel terjadi akibat adanya radang pada amandel atau radang tonsil anak kita.
Umumnya gangguan amandel disebabkan oleh infeksi kelenjar tonsil dari serangan basil-basil nanah streptococcus (basil bulat berangkai-rangkai seperti  kalung manik).
Gangguan amandel ada yang hanya menimbulkan kerusakan pada bagian permukaan selaput lendirnya saja dan ada pula yang lebih mendalam,  hingga merusak jaring-jaring  amandelnya. Kalau tidak lekas diobati, infeksi amandel biasanya berlangsung satu atau dua minggu lamanya,  barulah  kemudian reda perlahan-lahan.

Gejala yang terjadi adanya radang amandel pada anak kita adalah sebagai berikut:
a.Anak merasa kepala sering pusing.
b.Badan anak kita kena demam,dan suhu badan cepat naik.
c.Biasanya anak akan mengerang karena rasa nyeri atau sakit pada waktu menelan makanan.
d.Di Lidah anak kita ada selaputnya dan anak bila bernapas agak berbau.
e.Jika diamati,amandel atau tonsil anak kita terlihat bengkak dan agak merah disertai
  dengan bintil-bintil kuning atau putih.
f.Anak kita mengeluh sakit di bagian punggung,lengan dan kaki.
g.Terlihat anak kita seperti badannya kelelahan sehabis bermain.
h.Terkadang suara anak kita berubah dan kelihatan sukar jika akan  berbicara.

Maka yang harus kita lakukan terhadap anak kita yang mengalami gangguan amandel ,yaitu :
a.Anak kita yang sakit amandel hendaknya diberikan makanan yang cair-cair atau amat lembek
   saja selama kira-kira 2-3 hari
b.Anak kita perlu dibungkus lehernya dengan kain panas tiap-tiap malam
c.Atau anak kita perlu dikompres lehernya dengan botol yang berisikan air panas ( panasnya
   cukup bagi anak kita) sebanyak 3 kali sehari
d.Anak kita harus berkumur-kumur dengan air teh atau air garam yang hangat setiap waktu
   senggang
Catatan :
Diusahakan supaya anak kita jangan terlalu banyak menahan ludah dalam mulutnya.

Industri jamu nasional mengeluhkan regulasi impor jamu yang dinilai masih longgar. Bila terus terjadi, diprediksi ini bakal membonsai omzet pebisnis jamu lokal.


Ketua II Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Putri Kusumawardhani mencontohkan, salah satu kekurangan adalah perhatian peredaran jamu impor. Ini ditandai dengan menjamurnya penjualan jamu impor lewat multi level marketing (MLM) yang tak terkendali.

Dengan lemahnya pengawasan MLM ini, dipastikan akan menggerus industri jamu kecil yang memiliki keterbatasan modal dan jaringan. "Industri jamu skala kecil yang akan menjadi korban pertama karena paling rawan gulung tikar," kata dia.

Pada tahun ini sendiri, omzet jamu nasional diprediksi mencapai Rp 13 triliun. Jumlah ini naik 18% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11 triliun.

Sementara omzet jamu impor legal pada tahun ini diprekirakan akan mencapai Rp 7 triliun. Jumlah ini belum ditambah dengan peredaran jamu ilegal yang menggerus omzet jamu nasional. "Sebenarnya pasar kita berpotensi mencapai Rp 25 triliun," ungkap dia.

Di saat impor jamu seakan sulit untuk dibendung, hal yang sebaliknya justru menimpa ekspor jamu asal Indonesia. Produk jamu asal Indonesia justru mengalami kesulitan untuk masuk ke pasar ekspor karena beberapa negara mengklaim jamu Indonesia adalah produk jamu kimia. Pebisnis jamu berharap adanya campur tangan dari pemerintah untuk menjelaskan hal ini, terutama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BP POM).

Selain itu, kata Putri ada beberapa regulasi yang ia nilai menghambat industri jamu tanah air. Misalnya bakal dimasukkannya jamu dalam rancangan beleid farmasi (RUU farmasi). Padahal, jamu berbeda dengan produk farmasi, terutama dari sisi pengolahan produknya. la bilang, bila dipaksakan bakal menghambat bisnis jamu lokal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui adanya beberapa masalah di industri jamu nasional tersebut. Dan Hidayat berjanji untuk mendukung industri jamu dengan mendorong pembuatan regulasi yang mendukung industri tersebut. "Mungkin pembuatan regulasi di Kementerian tertentu jadi rumit, kami bisa membantu menyederhanakannya," katanya.

Hidayat sendiri mengatakan sebaiknya industri jamu dalam negeri lebih fokus di pasar domestik saja. Pasalnya, potensi pasarnya masih cukup besar. "Pasar jamu domestik kita saja saat ini masih saja kemasukan produk impor," lanjutnya.
pelatihan TOT Pemanfaatan TOGA

Senandungriang para peserta Training of Trainer (TOT) Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) untuk asuhan mandiri (selfcare).  Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 22-28 April 2014 di Hotel Ibis Slipi, Jakarta dan diselenggarakan oleh Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer.
Peserta pelatihan ini berasal dari 11 Provinsi yaitu Sumatera Utara, Kepri, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, DIY, Jawa Tengah, Bali, dan NTB. Pelatihan ini mencakup materi sebanyak 59 JPL diantaranya materi kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kebijakan Pengembangan Tanaman Obat Kementan, Pengenalan TOGA, Pemanfaataan TOGA, Asuhan Mandiri kesehatan Tradisional Ramuan, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaaatan TOGA Untuk Asuhan Mandiri, Manajemen Program Yankestrad di Puskesmas dan teknik fasilitasi.
kestard2Peserta praktek lapangan dengan mengunjungi Balai Penelitian Rempah dan Tanaman Obat (Balittro) Bogor. Peserta melihat teknis penyarian minyak atsiri dari tanamanobat yang dilakukan di Balittro dan belajar mengenal morfologi tanaman obat yang ada di Balittro.
Perusahaan apakah yang tahan banting terhadap perubahan jaman dan bertahan hidup di Indonesia ?  Salah satunya adalah perusahaan jamu. Apalagi tren back to nature yang melanda dunia, membuat industri fito farmaka berkembang pesat. Dan ini merupakan celah untuk merambah pasar global.   
           
         Jamu sudah menjadi ciri di bidang sosial dan budaya Indonesia. Perusahaan jamu di Indonesia dirintis sejak tahun 1825. Sekitar tahun 1900-an, pabrik-pabrik jamu lainnya mulai berdiri, seperti Jamu Jago, Nyonya Meneer, Leo, Sido Muncul, Jamu Simona, Jamu Borobudur, Jamu Dami, Jamu Air Mancur, Jamu Pusaka Ambon, Jamu Bukit Mentjos, dan Tenaga Tani Farma (Aceh). Hingga saat ini, produsen, penyalur, dan pengecer jamu mencapai lebih dari 908 unit usaha. Yang terdiri dari 75 unit industri besar dan 833 industri kecil.
            
          Alam Indonesia merupakan pabrik alam yang luar biasa kaya akan sumber daya alam. Tingginya kandungan lokal dalam bahan baku menyebabkan relatif stabilnya pasokan bagi industri ini yang pada gilirannya menjamin kontinuitas dan kestabilan volume produksi. Apalagi bagi pemain besar yang banyak menggabungkan falsafah kuno tentang jamu dan obat-obatan dengan perkembangan teknologi manufaktur.

           Jamu Iboe yang didirikan tahun 1910 misalnya, mengkombinasikan filosofi ramuan jamu tradisional Indonesia dengan pemanfaatan mesin gerabah dan mesin giling sejak tahun 1950-an. Juga melakukan terobosan teknologi dengan menggunakan aluminium foil untuk mengemas produksi. Dengan proses otomatisasi yang dilakukan, selain akan menjamin terpenuhinya kuantitas produksi, juga meningkatkan higienitas dan standar mutu jamu yang dihasilkan.
           
            Mengantisipasi perubahan selera konsumen, produsen besar jamu berlomba-lomba mengembangkan produk dengan penelitian dan pengembangan yang didukung oleh dukungan dana (Sido Muncul misalnya menganggarkan tidak kurang dari 3 milyar), fasilitas dan tenaga yang profesional. Tahun 1979 PT Jamu Iboe Jaya mulai menggalakkan riset laboratorium untuk menghasilkan jamu yang bermutu tinggi. Tahun berikutnya (1980) Jamu Iboe Jaya mendirikan PT. Iboe Sativa Camilind untuk memproduksi jamu dengan bentuk alternatif. Jamu Jago yang berdiri sejak tahun 1918 mengeluarkan satu produk baru untuk masuk angin, basmangin, yang diproduksi dalam bentuk cair dalam sachet. PT Sido Muncul kini memiliki serangkaian produk dengan jumlah keseluruhan tidak kurang dari 150 produk, seratus produk diantaranya generik. Sedangkan yangbranded di antaranya Kuku Bima, Tolak Angin, STMJ, Anak Sehat, dan sebagainya.
               Upaya merubah citra ”tradisional” juga dilakukan dengan promosi yang diharapkan dapat memperluas pasar jamu. Sido Muncul memunculkan iklan untuk memperluas pengguna ke pasar ”intelek”, dan Nyonya Meneer, yang berdiri sejak 1918 mengemas sampai dengan membuka gerai Meneer Cafe. Secara makro, inovasi ini merevitalisasi industri jamu secara keseluruhan, meskipun omzet dari industri jamu memang tidak sebesar industri obat dan rokok misalnya. Industri jamu nasional diperkirakan beromset sekitar Rp. 2,5 triliun tetapi dengan jumlah pelaku yang luar biasa banyaknya (650-an), bandingkan dengan industri farmasi yang hanya memiliki 250 pemain tetapi dengan omset Rp. 16-18 triliun.
Produsen jamu umumnya fleksibel dalam bermitra dengan pihak lain seperti pemasok bahan baku dan distributor. Jamu Iboe sudah sejak tahun 1938-an melakukan ekspansi pemasaran ke luar Jawa, dimulai dari Pulau Bali. Bahkan pada masa kemerdekaan (1945) berhasil mendirikan 11 cabang dan 1000 agen dan memanfaatkan surat kabar sebagai media beriklan. Dalam membina hubungan Sido Muncul misalnya, hampir setiap lebaran mengadakan mudik gratis bagi ribuan penjual jamu se-Jabotabek.
            Sebagai entitas bisnis yang terus ingin melangkah maju, Sido Muncul meletakkan basis performa perusahaan kepada inovasi. Pertama-tama, komitmen. Kalau orang memiliki komitmen, dia akan menghasilkan konsentrasi dan kreativitas. Dan kalau kreatif dirinya akan inovatif. Dan jika inovatif akan menghasilkan perbaikan (improvement).
The Living Company
Paparan mengenai perusahaan-perusahaan jamu di Indonesia, sepintas selaras dengan penuturan Arie de Geus dalam The Living Company: Habits For Survival In A Turbulent Business Environment: respek terhadap inovasi dan pembelajaran.
Tidak ada posisi bersaing yang selamat dari kemungkinan untuk ditiru (replication) atau digantikan (replacement). Oleh sebab itu, agar dapat bertahan perusahaan harus selalu adaptif dan terus menerus mengembangkan diri serta produk-produknya. Dengan kata lain, perusahaan harus terus-menerus mencari cara untuk menciptakan dan mewujudkan nilai (value) melalui inovasi tiada henti. Kemampuan untuk segera tanggap terhadap perubahan merupakan persyaratan agar perusahaan tetap bisa bertahan.

Idealnya, peningkatan usia organisasi mempunyai dampak positif pada kemampuan organisasi berinovasi. Karena dengan adanya akumulasi pengetahuan dan pengalaman, organisasi yang lebih tua relatif lebih mampu mengenali dan mengasimilasikan gagasan-gagasan baru, demikian pula dengan kemampuannya mengubah informasi, gagasan, dan pengetahuan menjadi inovasi. Ditunjang dengan akumulasi pengalaman dalam produksi, hubungan yang lebih lama dengan para pemasok dan pelanggan, dan tenaga kerja yang lebih berpengalaman membuat tidak heran bila semakin tinggi usianya, semakin kuat pula dominasi organisasi tersebut.
               Dampak peningkatan usia organisasi pada keselarasan antara organisasi dengan lingkungan bergantung pada laju penyesuaian internal organisasi dengan laju perubahan lingkungan. Oleh sebab itu kesenjangan antara kompetensi organisasional dengan tuntutan lingkungan juga meningkat sejalan dengan waktu. Kombinasi pengaruh dari apa yang sudah terekam oleh organisasi, inersia, serta perubahan lingkungan menyebabkan teknologi inti organisasi yang tua akan menjadi usang.
               Teknologi inti, struktur dan proses dari organisasi merefleksi keputusan-keputusan awal saat organisasi didirikan, demikian pula praktek-praktek yang berlaku. Bila organisasi relatif lamban (untuk berubah) maka keputusan-keputusan serta praktek-praktek yang dibawa sejak organisasi berdiri masih tetap berlaku. Akibatnya, ketika lingkungan eksternal berubah dengan cepat, keselarasan antara organisasi dengan lingkungannya akan menurun, menyeret organisasi tersebut pada keusangan. Sehingga dalam prakteknya, tidak jarang peningkatan usia organisasi berdampak pada berkurangnya kemampuan organisasi menghasilkan inovasi yang berarti.
Sebagian besar perusahaan jamu di Indonesia merupakan perusahaan keluarga yang saat ini sudah mencapai generasi ketiga dan beberapa sudah melibatkan generasi ke empat. Memasuki generasi ke empat merupakan periode yang dianggap kritis karena banyak perusahaan yang hanya mampu sampai generasi ke tiga. Untuk menghindari konflik regenerasi penunjukan putra mahkota sejak awal bisa menjadi solusinya. Apalagi, di Indonesia fenomena putera mahkota yang berasal dari keluarga diterima sebagai suatu kewajaran dan tidak dipersoalkan sepanjang mempunyai persyaratan minimum untuk memegang kendali bisnis. Dengan jelasnya siapa putra mahkota, maka fokus berikutnya adalah mempersiapkan kemampuannya. Biasanya generasi ini sudah mengadopsi prinsip-prinsip manajemen profesional dan modern. Dengan power dan privilese yang dimiliki, seorang putra mahkota dapat melakukan terobosan untuk mematahkan tradisi yang sudah mengakar dalam perusahaan, yang sulit dilakukan oleh para profesional yang bekerja di perusahaan itu.
               Idealnya, bisnis atau perusahaan adalah "makanan untuk kehidupan" dan bukan sekedar "pekerjaan". Oleh karena itu, kalau kita menginginkan suatu perusahaan mencapai usia berabad-abad, hal utama pertama yang harus dilakukan adalah memperlakukan perusahaan sebagai suatu makhluk hidup – bukan sebagai mesin uang. Selanjutnya, hanya mereka yang mampu menyesuaikan diri yang sanggup bertahan.
CARA MEMILIH REMPAH REMPAH

A.UMUM
     
Potensi bangsa Indoneia adalah bahan yang tersedia yang limpah dan digali dari bumi pertiwi untuk digunakan sebagai obat, bahan obat,obat tradisional,kosmetika,dan alat kesehatan.  Untuk menghasilkan produk yang baik perlu standarisasi yang meliputi sarana , tenaga , proses dan prosedur produksi , proses dan prosedur pengendalian mutu
sehingga dapat  mutu produk termasuk meningkatkan daya saing terhadap produk luar negeri.
Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah  terjadinya kesalahan dan kekeliruan dalam proses produksi  dan menjamin produk yang secara konsisten menghasilkan produk yang memenuhi standar atau persyaratan lain yang ditetapkan .

B. PEMBUATAN  RAMUAN
Bahan baku yang digunakan dapat berupa bahan segar atau bahan kering. Untuk mempersiapkan bahan baku perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
IDENTIFIKASI BAHAN BAKU
1.

Pastikan kebenaran morfologi tanaman/bahan baku yang akan digunakan. banyak tanaman yang memiliki nama yang sama, tetapi secara morfologi  berbeda , apabila masih belum yakin carilah referensi pendukung yang bisa dipercaya misalnya monograp yang tertera pada MMI atau FI  atau ditanyakan pada orang yang mengetahuinya.
2.

Bagian tanaman yang akan digunakan perlu ditinjau ulang secara morfologi apakah sudah benar, artinya harus dipastikan yang akan digunakan daun, batang, rimpang, akar, buah, atau yang  lainnya.
3.

Di samping bagian tanaman, perlu diperhatikan ramuan tersebut menggunakan bagian yang sudah tua atau yang masih muda.Batang atau kulit batang, buah atau biji,umbi atau akar, Buah yang muda banyak mengandung tanin. Buah yang cukup tua, tetapi masih segar, taninnya sudah berkurang berubah menjadi zat lain. Daun yang masih muda mempunyai kandungan kimia yang berbeda dengan yang tua. Umbi ,rimpang atau akar
SORTASI (PEMILAHAN) BAHAN BAKU
Bahan baku yang digunakan sebaiknya disortasi (pemilahan). Bahan yang sudah busuk harus dipisahkan, kotoran seperti tanah, bagian tanaman lain yang terikut harus dibuang. Setelah disortasi, bahan yang kotor dicuci terlebih dahulu. Jika diperlukan, bahan baku dikupas atau dipotong sesuai keperluan.
Bahan baku yang sudah bersih dan ukurannya sudah sesuai, siap untuk diramu sesuai dengan keperluan.
Air yang digunakan dapat menggunakan air bersih atau air minum (air matang atau melalui penyaringan).
PERALATAN
Peralatan yang digunakan hendaknya yang tidak bereaksi terhadap bahan pada saat proses pembuatan. Alat yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan kontaminasi dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Logam, seperti besi, tembaga, dan timah sebaiknya dihindari. Alat dari gelas, logam tahan karat, kayu, dan panci yang dilapisi email dianjurkan untuk dipakai.
PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN
Bila kesulitan untuk memperoleh takaran yang sering digunakan di apotek atau di rumah sakit dapat menggunakan ukuran yang sering digunakan di rumah tangga, seperti sendok dan gelas. Pada umumnya timbangan dapur dapat digunakan namun demikian pemakaian  gelas ukur akan lebih baik hasil penakarannya. Satuan ukuran gram atau liter lebih mudah dan lebih sering digunakan daripada menggunakan satuan ukuran lainnya (spt : jumput, tangkep,ruas dll yang kurang standart)
Catatan : Apabila kita mendapatkan kesulitan dalam menimbang jumlah bahan yang sedikit misalnya 10 gram sedangkan kita tidak punya timbangan dengan skala tersebut maka yang bisa dilakukan adalah sbb:
Ambil bahan dan lakukan penimbangan dengan skala yang lebih besar misalnya 20 gram, kemudian hasil penimbangan dibagi dua.
           Berikut beberapa ukuran timbangan yang biasa dipakai dalam meramu    obat secara tradisional yang disajikan hanya sebagai pengetahuan dan pembanding bila kita menggunakan satuan gram, liter dlsb.
1 dain  = 100 kati
1 kati   = 16 tahil
1 tahil  = 2 real
1 real   = 4 suku
1 suku  = 2 tali
1 tali    = 3 uang atau duit
Keterangan : dacin juga disebut pikul.
1 dacin  = 52,5 kg
1 dacin  = 125 Amst.pond
1 kg       = 2 Ams.pond
1 kati     = 0,625 kg
1

tahil    = 0,054 kg
Lidah buaya merupakan tanaman asli Afrika dan anggota dari keluarga lily dan tumbuh di Barat Daya Amerika Serikat dan Meksiko. Ini memiliki senyawa antibakteri, antijamur dan antivirus yang membantu mencegah infeksi pada luka dan juga memiliki senyawa merangsang kekebalan dan anti-inflamasi, dan merangsang sintesis kolagen dan regenerasi kulit.


Kegunaan: Jus dari bagian dalam daun dan gel dari bagian luar daun.

Penggunaan: Gel mempromosikan penyembuhan luka ringan dan luka bakar, mencegah infeksi, dan merangsang pertumbuhan jaringan. Penggunaan internal telah berpikir untuk membantu dengan mulas, arthritis, asma, menurunkan gula darah pada penderita diabetes, infeksi saluran kencing, radang usus, cacingan, AIDS, HIV, Penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, epilepsi, osteoarthritis, psoriasis, Staph, radang. Penggunaan eksternal telah berpikir untuk membantu dengan luka dan luka, luka bakar, gigitan kutu, herpes genital.

Properti: anti-inflamasi, antiseptik, anti-penuaan, anti-jamur, antivirus, antibakteri, yg menawar rasa sakit.

Dosis: Untuk penggunaan internal mulai dengan 1/4 cangkir baik jus atau gel dan secara bertahap meningkat menjadi 1-2 cangkir sehari.

Peringatan: penggunaan internal jangka panjang tidak dianjurkan untuk penderita diabetes karena dapat mengurangi kebutuhan tubuh untuk insulin. Sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.

Bagus juga untuk luka bakar dan luka yang lainnya.

KITA mengenal banyak bumbu dan rempah-rempah, dari lada hitam sampai kunyit. Meskipun banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan, namun rempah-rempah juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan Anda.

Bumbu dan rempah-rempah memang bisa menambah rasa dan aroma untuk berbagai masakan. Namun, bumbu dan rempah juga punya manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa bumbu dan rempah-rempah memiliki potensi untuk meningkatkan metabolisme, meningkatkan rasa kenyang dan sebagai kontrol berat badan yang baik. Berikut ini beberapa rempah dan bumbu yang bermanfaat untuk membuat tubuh Anda tetap ramping seperti yang dilansir Healthmeup.

Kayu manis

Kayu manis adalah salah satu rempah terbaik untuk penurunan berat badan. Bahan  herbal ini membantu untuk menstabilkan tingkat gula darah, membuat Anda kenyang untuk waktu yang lebih lama, mengurangi rasa lapar dan metabolisme lemak dengan lebih cepat.

Jahe 

Jahe merupakan pembersih tubuh yang sangat baik. Jahe membantu menghilangkan makanan berkalori tinggi dalam sistem pencernaan sehingga mencegah penyimpanan lemak dan mengontrol berat badan.

Kunyit

Rempah kuning ini memiliki beberapa sifat penurunan berat badan. Ini membantu untuk mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga menurunkan total lemak tubuh dan mencegah kenaikan berat badan.

Cabai

Rempah-rempah ini memiliki senyawa yang disebut sebagai capsaicin yang membantu untuk membakar lemak dan menekan nafsu makan Anda. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Prudue, cabai efektif dalam penurunan berat badan, karena meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh yang menyebabkan tubuh untuk membakar lebih banyak kalori.

TOGA (Taman Obat Keluarga )  dihidupkan kembali !

 

Beginilah sebagian info tentang  Pedoman Pengelolaan TOGA yang dibuat Kementerian Kesehatan baru-baru ini.

TOGA(Taman Obat Keluarga)  merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM)  atau wadah pemberdayaan masyarakat melalui alih informasi dan keterampilan dari petugas  kesehatan kepada masyarakat ,untuk selanjutnya dikembangkan oleh dan untuk masyarakat.

TOGA adalah sebidang tanah baik dilahan pekarangn rumah ,sekolah , kantor ,pesantren ,
kebun  dan ladang , dan yang digunakan untuk menanam tanaman yang berkhasiat obat ,
dalam rangka memenuhi keperluan keluarga dan masyarakat akan obat.

Dalam pengembangan TOGA agar bermanfaat dan berhasil guna baik untuk kesehatan keluarga dan peningkatan pendapatan keluarga, perlu dikelola secara bersama / terpadu melalui tahapan sebagai berikut:
 1. Melakukan identifikasi pola penyakit masyarakat  ,yang dapat dilihat dari data Puskesmas setempat .
 2. Meinventarisasi tentang jenis tanaman obat yang ada dan yang telah dimanfaatkan .Dapat dilihat dari data  Kementerian Pertanian setempat .
 3. Menganalisa data yang ada sebagai potensi dan permasalahan yang dihadapi untuk pengembangan TOGA dengan melibatkan berbagai kalangan .Keterlibatan berbagai pihak hendaknya  memperhatikan 7 potensi, sebagai berikut :
     a.  leadership,
     b. organisasi massa,
     c. pengetahuan masyarakat,
     d. sarana,
     e. teknologi,
     f. dana , dan
     g. proses pengambilan keputusan .

 4. Menyusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK) seperti budidaya (lokasi dan jenis tanaman),
pemanfaatandan pelatihan kader.Puskesmas yang menyusun sesuai prioritas dan sasaran
dengan mengidentifikasi kegiatan promotif dan preventif serta kuratif sederhana yang
akan melengkapi pelayanan kesehatan di Puskesmas.

 5. Menyusun rencana Pelasanaan,dipertimbangkan keterpaduan dan kesiapan sumber daya yang ada termasuk ,tenaga , sarana prasarana dan dana. Adapun kegiatannya berupa pelatihan kader,menyiapkan lokasi , menyiapkan bibit tanaman obat, penanaman , panen dan pemanfaatannya.

Wah , hebat juga gebrakan pemerintah dalam memasyarakatkan herbal asli Indonesia melalui TOGA
Ayo , kita dukung